Setiap orang yang akan ada untuk membesarkan si anak harus sepaham dan sekata, agar anak tidak bingung harus mendengarkan siapa.
Rabu, 9/12/2009 | 18:11 WIB
KOMPAS.com - Anda bermasalah dengan mertua atau orangtua dalam mendidik anak? Anda tak sendiri. Hal ini terungkap dalam seminar Nanny Stella, salah satu pengasuh dari serial Nanny 911, yang berlangsung beberapa waktu lalu di JITEC, Mangga Dua Square, Jakarta.Nanny Stella memiliki pedoman mengasuh anak yang disebutnya 11 Aturan Dasar (11 Commandments). Salah satu aturan dasar tersebut adalah, "Orangtua bekerja sama sebagai satu tim". Dalam hal ini, Nanny Stella menjelaskan, bahwa setiap orang dewasa yang ikut membesarkan dan mengasuh anak harus memiliki pemahaman yang sama. Karena, kalau Anda dan pasangan tidak saling setuju dalam satu hal, anak Anda tidak akan tahu siapa yang harus ia dengarkan. Hasilnya, ia tak akan mendengarkan siapa pun.
Selain orangtua, pihak lain seperti pengasuh, kakek-nenek, atau paman-bibi, juga harus sepakat dengan keputusan Anda. Jangan sampai ada yang memiliki kata-kata yang saling bertolak belakang, karena anak bisa bingung dan malah berakibat buruk baginya.
Namun pada prakteknya, situasi yang terjadi tidak seideal itu. Apa yang harus dilakukan ketika aturan yang Anda terapkan dibantah atau dilanggar oleh pihak ke-3 atau orang-orang di sekitar kita tersebut? Apalagi ketika hal ini berkaitan dengan masalah hubungan usia dan senioritas. Misalnya, kakek-nenek yang merasa lebih tahu dan mengabaikan aturan yang diatur oleh Anda.
Nanny Stella mengatakan, hal ini merupakan masalah kultur. Kultur yang menganggap bahwa orang yang lebih tua selalu lebih tahu, dan seringkali kita terjebak di sana. Nanny Stella mengatakan, "Saya tidak bisa melawan kultur. Namun, kadang tanpa sadar kita menjadikan kultur sebagai alasan untuk membenarkan suatu situasi. Terlepas dari itu, kultur tidak bisa dijadikan alasan untuk bisa membenarkan suatu kebiasaan buruk. Anda sebagai orangtua yang bertanggung jawab penuh atas si anak, sewajarnya lebih tegas menentukan apa yang terbaik untuknya."
Ketika orangtua atau mertua Anda mengabaikan aturan yang sudah Anda terapkan pada anak, Nanny Stella menyarankan untuk berkompromi dengan mereka. Jika mereka adalah pihak yang datang ke rumah Anda, maka sebenarnya hukum, "Rumah saya, aturan saya" sebenarnya bisa berlaku, meski tak bisa dikatakan secara gamblang karena berkaitan dengan sopan-santun. Anda bisa mencoba untuk menerangkan kepada kakek-nenek bahwa cara Anda berbeda dengan ajaran mereka. Anda memang meminta mereka untuk membantu dan mendukung Anda dalam membesarkan si kecil, tetapi Anda lah orangtua yang mengambil keputusan akhir, dan mereka seharusnya mengikuti.
Jika memang terlalu sulit untuk dikomunikasikan, Anda bisa mengatakan bahwa mereka boleh menjadi konsultan, dengan memberikan masukan mengenai cara membesarkan si kecil. Bisa juga dengan mengatakan, "Baik, jika memang Andy belum bisa mengikuti aturan saya, kita coba dengan aturan Bapak atau Ibu. Tetapi kalau tidak berhasil, kita kembali ke aturan saya atau kita buat yang baru, ya?"
Apabila belum terjadi perubahan, disarankan untuk mengajak kakek-nenek membicarakan tentang aturan-aturan tersebut. Jika perlu, ajak mereka untuk memikirkan ulang mengenai aturan-aturan Anda tersebut. Tetapi ketahuilah, bahwa orangtua si kecil adalah Anda, bukan kakek-nenek. Anda lah yang seharusnya lebih banyak tahu mengenai anak Anda.
Nanny Stella menegaskan, membesarkan anak bukan berarti harus membebaskan diri dari kultur, namun Anda sebagai orangtua lebih tahu apa yang diperlukan oleh anak.
www.kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar